K.P. SHK

Efek Pandawara Menjaga Lingkungan Hidup

Seusai viral disorot Pandawa Group karena Pantai Teluk disebut sebagai pantai terkotor, warga di wilayah Pandeglang, Banten, pun turut bergerak membersihkan. Pantai Teluk yang terletak di Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten, disebut sebagai pantai terkotor di Indonesia. Terlihat sampah berserakan di pinggir pantai hingga menutupi pasir, bahkan ada yang hanyut hingga ke laut. Pandawara pun mengajak seluruh pihak untuk membantu membersihkan Pantai Teluk. Ajakan Pandawara itu pun disambut positif oleh masyarakat. Hal ini terlihat dalam video yang beredar di dunia maya, tampak masyarakat ikut membantu proses pembersihan pantai tersebut.[1]

Lingkungan hidup merupakan warisan berharga yang kita warisi dari generasi-generasi sebelumnya. Saat ini kita khususnya pemuda sebagai generasi muda mempunyai tanggung jawab yang besar untuk menjaga dan melestarikannya. Di era modern, peran pemuda terhadap lingkungan hidup menjadi semakin penting. Pemuda mempunyai potensi besar untuk membawa perubahan positif dalam menjaga lingkungan.

Sumberdaya alam harus dimanfaatkan, dieksploitasi, dilindungi dan dipelihara dalam lingkungan hidup. Bagi negara-negara berkembang perlu adanya perencanaan untuk menjamin keamanan lingkungan hidup dalam pelaksanaan proses pembangunannya, karena lingkungan hidup yang baik dan sehat kini menjadi hak dasar setiap manusia. Ini sesuai dengan isi Pasal 28 H ayat (1) UUD Tahun 1945 dan Pasal 29 ayat (3) Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia yang menyatakan bahwa tidak seorang pun mempunyai hak untuk lingkungan hidup yang baik dan sehat.

Oleh karena itu, untuk menjamin penghormatan terhadap hak-hak tersebut, perlu diambil tindakan untuk memastikan bahwa habitat tetap aman dan terpelihara. Menurut John Rawls (2011), tidak ada jaminan bahwa kepentingan setiap orang dapat benar-benar terlayani, karena suatu saat masyarakat mungkin dihadapkan pada konsekuensi yang harus diterima dengan lapang dada. Namun, hal ini tidak berarti terus berlanjut. Sebab dengan demikian diperlukan suatu sistem yang dapat membuat masyarakat memahami bahwa pemuda memegang peranan penting dalam pembangunan berkelanjutan.[2]

Pemuda berperan penting dalam meningkatkan kesadaran lingkungan di masyarakat. Mereka dapat menjadi pionir dalam mengedukasi masyarakat mengenai isu-isu lingkungan seperti perubahan iklim, penggundulan hutan, polusi dan degradasi lahan. Dengan menyelenggarakan seminar, lokakarya, dan kampanye sosial, pemuda dapat membantu masyarakat memahami pentingnya melindungi lingkungan.

Kesadaran saja tidak cukup. Generasi muda harus mengambil tindakan khusus untuk melindungi lingkungan. Mereka dapat berpartisipasi dalam kegiatan seperti menanam pohon, membersihkan pantai, dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Tindakan tersebut jika dilakukan dalam skala besar akan berdampak besar terhadap lingkungan.

Pemuda seringkali lebih akrab dengan teknologi dibandingkan generasi sebelumnya. Keuntungannya dapat menggunakan kekuatan teknologi untuk menciptakan solusi inovatif guna melindungi lingkungan. Aplikasi, perangkat lunak, dan inovasi teknologi lainnya dapat berkontribusi dalam pemantauan dan pengelolaan sumber daya alam, mengurangi limbah, dan menghemat energi. Selain itu, pemuda juga dapat berperan dalam kebijakan lingkungan yang lebih baik seperti yang dilakukan oleh Pandawara. Mereka dapat berpartisipasi dalam mengadvokasi perubahan kebijakan yang mendorong kelestarian lingkungan dan mengatasi tantangan lingkungan seperti perubahan iklim. Memberikan suara, melobi, atau bergabung dengan kelompok lingkungan hidup lainnya, pemuda dapat mempengaruhi pembuat kebijakan untuk mengambil tindakan yang lebih tegas terhadap isu-isu lingkungan hidup.

Pemuda dapat berperan penting dalam memastikan bahwa kesadaran lingkungan tidak hanya menjadi tren sementara tetapi terus berlanjut. Mereka dapat membantu mengintegrasikan isu-isu lingkungan ke dalam kurikulum pendidikan dan mengajar generasi selanjutnya tentang pentingnya pelestarian lingkungan sehingga perlu berkolaborasi dengan generasi sebelumnya dalam menjaga lingkungan. Mereka dapat memanfaatkan pengetahuan dan pengalaman orang tua dan tokoh-tokoh masyarakat untuk mendukung usaha lingkungan mereka. Kolaborasi antar-generasi memungkinkan untuk memahami isu-isu lingkungan dari berbagai sudut pandang dan menghasilkan solusi yang lebih efektif.

Pemuda memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran tentang pentingnya alam lestari di masyarakat. Membagikan informasi dan mengedukasi orang-orang sekitarnya tentang dampak kegiatan manusia terhadap alam dan cara-cara untuk menguranginya. Pemahaman yang lebih baik mengenai permasalahan lingkungan membantu masyarakat mengambil keputusan yang lebih berkelanjutan.[3]

Melalui program-program edukasi dan kampanye sosial, pemuda dapat menciptakan budaya yang lebih peduli terhadap alam. Kemahiran dalam teknologi, dapat memanfaatkan inovasi teknologi hijau untuk pemantauan lingkungan. Penggunaan drone, sensor, dan perangkat teknologi lainnya dapat membantu mengumpulkan data lingkungan yang penting untuk membuat keputusan yang berkelanjutan.

Inilah generasi muda yang mempunyai potensi besar untuk menciptakan perubahan positif menuju kelestarian alam. Melalui kesadaran, tindakan nyata, pendidikan dan penggunaan teknologi, mereka dapat membantu menciptakan dunia yang lebih berkelanjutan untuk generasi mendatang.


[1] https://news.solopos.com/viral-pandawa-ajak-bersihkan-pantai-terkotor-di-indonesia-warga-turut-serta-1636342

[2] John Rawls, Teori Keadilan: Landasan Filosofis Politik untuk Mewujudkan Kesejahteraan Sosial, Perpustakaan Mahasiswa, Yogyakarta, 2011, halaman 119.

[3] Youth Involvement in Biodiversity Conservation: A Case of Kenya, International Journal of Environmental Science and Development

Penulis: Yudha Kurniawan

Editor: Alma Tiara

Leave a Reply

Lihat post lainnya