K.P. SHK

Tjilik Riwut: Sang Pahlawan Nasional Asal Kalimantan Tengah

Tjilik Riwut merupakan sosok pahlawan nasional asal Kalimantan Tengah yang lahir pada tanggal 18 Februari tahun 1918 di Kasongan Kabupaten Katingan Kalimantan Tengah. Tjilik Riwut adalah Pahlawan nasional yang asli Suku Dayak Ngaju.[1]

Tjilik Riwut yang lahir dan dibesarkan di belantara Kalimantan, selalu bangga menyebut dirinya sebagai “orang hutan”, ia merupakan pecinta alam sejati yang selalu menjunjung tinggi budaya leluhurnya. Saat masa mudanya, seperti dilansir oleh Kompas.com, Tjilik pernah tiga kali mengelilingi Pulau Kalimantan hanya dengan berjalan kaki, menaiki perahu, dan rakit. Tjilik muda menyelesaikan pendidikan sekolah dasar di kota kelahirannya. Kemudian ia melanjutkan studinya ke Sekolah Perawat di Purwakarta dan Bandung. Selanjutnya, Tjilik Riwut melanjutkan studinya di Akademi Angkatan Udara (1945), lalu ia mengabdi di TNI-AU pada unit Korps Pasukan Khas TNI-AU. Dalam karir militernya, pangkat terakhir Tjilik Riwut adalah Marsekal Pertama.

Tjilik Riwut merupakan salah satu putera Dayak Ngaju yang menjadi anggota KNIP yang perjuangannya melampaui batas-batas kesukuan untuk menjadi salah satu pejuang bangsa.

Banyak pemikiran Tjilik Riwut untuk memajukan bangsanya, salah satun pemikirannya yang sangat relevan saat ini adalah terkait dengan pembanguanan berkelanjutan. Tjilik Riwut telah lama menyebutkan pentingnya pembangunan berkelanjutan di Pulau Kalimantan. Pemikiran tersebut telah menjadi referensi bagi para cendikiawan dari berbagai institusi atau perguruan tinggi yang ingin mengenal kehidupan suku Dayak di Pulau Kalimantan. [2]
Adapun keteladanan lain dari Tjilik yakni semangat untuk memperjuangkan keutuhan NKRI, dimana pada tahun 1945 Tjilik pernah mewakili 142 kemunitas suku Dayak untuk mendukung NKRI. Selain memikirkan NKRI secara luas, Tjilik juga sangat peduli dengan nilai-nilai kearipan lokal Suku Dayak. Masih banyak keteladanan lain yang bisa diteladani oleh kaum muda baik dalam konteks kedaerahan Kalimantan Tengah maupun dalam konteks nasional. 

Sosok Tjilik Riwut bukan sekedar seorang inspirator, namun Tjilik juga meninggalkan sejumlah jejak sejarah terutama dalam dunia kemiliteran yang salah satunya operasi penerjunan pasukan payung di Desa Sambi di Kotawaringin Barat (Kalteng), yang terjadi pada 17 Oktober 1947 hingga ditetapkan sebagai Hari Pasukan Khas TNI Angkatan Udara. Berdasarkan buku-buku sejarah yang kita baca, maupun dari penuturan para saksi sejarah, para generasi muda sepatutnya meneladani sosok Tjilik Riwut yang telah menunjukan kiprahnya yang luar biasa, serta telah menorehkan berbagai keberhasilan baik dalam dunia kemiliteran maupun sebagai sosok pemimpin daerah. Kaum muda sebagai generasi penerus, seharusnya meneladani bagaimana kiprah beliau dalam upaya memperjuangkan dan memajukan NKRI. Generasi muda kita hendaknya juga berpegang teguh pada nilai-nilai adat sebagaimana telah ditunjukkan oleh Tjilik Riwut yang sangat berpegang teguh pada nilai-nilai adat dan kearifan lokal khususnya suku Dayak di Kalimantan Tengah. 

https://kalimantanpost.com/2022/11/keteladanan-pahlawan-harus-diwariskan-dari-generasi-ke-generasi/


[1] https://regional.kompas.com/read/2022/03/15/055500178/biografi-dan-perjuangan-tjilik-riwut-pahlawan-nasional-dan-gubernur-pertama?page=all

[2] https://kaltengpos.jawapos.com/berita-utama/12/11/2022/danrem-ajak-kaum-muda-meneladan-tjilik-riwut/

Penulis: Asyikin

Editor: Alma

Leave a Reply

Lihat post lainnya