K.P. SHK

Rencana Aksi Mitigasi Karhutla Dalam Menghadapi Kemarau Panjang

Dikeluarkannya Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan, bahwa ada upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan meliputi kegiatan pencegahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan, pemadaman kebakaran hutan dan lahan, serta penanganan pasca kebakaran hutan dan lahan. Termasuk melakukan pembinaan masyarakat untuk berpartisipasi dalam upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.

Untuk itu Gubernur Kalimantan Tengah memberi arahan bersiaga dalam tanggap darurat, menindaklanjuti, dan memperhatikan peringatan dini cuaca dari BMKG yang dirilis pada tanggal 13 Januari 2023, bahwa tahun 2023 diperkirakan akan terjadi musim kemarau panjang.[i] Hal ini diperkuat dengan sudah adanya laporan kejadian kebakaran hutan dan lahan di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah. Badan penanggulangan bencana dan pemadam kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalimantan Tengah pada tanggal 19 Januari 2023 juga telah mengelar rapat koordinasi (Rakor) peningkatan kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tahun 2023. Kemudian dilanjutkan dengan Rakor Penanganan Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah oleh Gubernur pada 15 Maret 2023.      

Disimpulkan agar dapat menangani potensi kebakaran hutan yang semakin tinggi di luar kondisi yang dapat diprediksi, tetapi tingginya risiko kebakaran sehingga diperlukan antisipasi menghadapai kemarau panjang tahun ini dengan melibatkan para pihak, di antaranya untuk menyediakan sumber daya sarana dan prasarana yang mendukung upaya penanggulangan bencana kebakaran. Kemudian hendaknya selalu berkordinasi, berkolaborasi, dan bersinergi dalam kegiatan penanggulangan bencana kebakaran di wilayah Kabupaten Pulang Pisau. Hal ini dihimbau dalam rangka memfasilitasi kegiatan pencegahan Karhutla, mitigasi, dan pelatihan peningkatan kapasitas para pihak dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.

Lokasi program pengelolaan terpadu eksositem hutan gambut yang dilaksanakan oleh KPSHK bersama 4 lembaga pengelola hutan desa (LPHD), yaitu Hutan Desa Gohong, Hutan Desa Kalawa, Hutan Desa Mantaren 1, dan Hutan Desa Buntoi di Kahayan Hilir, merupakan daerah yang harus dijaga dari kebakaran hutan dan lahan. Bahwa bencana merupakan urusan bersama yang harus ditanggulangi secara komprehensip dan terpadu.

[i] https://kaltengpos.jawapos.com/berita-utama/22/01/2023/2023-diprediksi-terjadi-kemarau-panjang/

Penulis: Yudha

Editor: Alma

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lihat post lainnya