K.P. SHK

Balai Konservasi Rawa-Gambut Berbak Resah

Lokasi Sekeliling Ramsar Berbak Akan Jadi Perkebunan Sawit

Taman Nasional Berbak memiliki hutan rawa-gambut terluas di Propinsi Jambi. Luasnya mencapai 1.650 kilo meter persegi dengan rata-rata kedalaman gambut 3 meter lebih. Saat ini, pihak pengelola kawasan ramsar dunia ini mulai resah, 22 ribu hektar zona sekelilingnya akan mulai ditanami kelapa sawit (6/11). Perusahaan yang belum terindentifikasi dari group apa ini memiliki total konsesi HGU 150 ribu hektar.

“Sudah ada perusahaannya, kalau tidak keliru PT. Citra Agroniaga. Untuk tahap pertama, ijin penanaman seluas 22 ribu hektar,” jelas Persada, Kepala Seksi Taman Nasional Berbak, saat penulis berkunjung ke Desa Suak Kandi, Kecamatan Kumpeh, Jambi.

Status kawasan sekeliling Taman Nasional Berbak adalah (apl) areal peruntukkan lain. Namun menurut Persada yang sudah lebih dari 3 tahun berdinas di Konservasi Berbak, apl untuk perkebunan sawit akan menjadi ancaman utama kawasan ramsar berbak. Tanaman kelapa sawit sangat rakus air, sehingga kawasan sekelilingnya akan menyerap lebih banyak air dari kawasan. Apalagi kalau kanal-kanal kebun sawit segera dibuat, air dari rawa-gambut ramsar akan tertarik dan membuat sebagian besar kawasan ramsar mengering, dan pada akhir terjadi pelepasan CO2 (karbon) di lahan yang mudah terbakar.

Sepanjang perjalanan menuju Kecamatan Kumpeh, penulis melihat berbagai bentuk pemanfaatan lahan berupa kebun buah, yaitu kebun durian dan duku. Sekalipun sebagian besar arealnya berupa rawa-gambut, kebun-kebun durian dan duku tampak berselang seling menghiasi pemandangan jalan utama Perbatasan Muaro Jambi ke Kecamatan Kumpeh.

“Desa-desa di sini memang penghasil duku. Duku Palembang itu asalnya dari sini,” ungkap petani duku di Suak Kandi saat disinggahi penulis.

“Kalau bukan sawit, tentu itu lebih bagus. Penanaman pohon kayu atau buah di sekeliling ramsar berbak akan mempertahankan dan sekaligus menunjang keberadaan ekosistem ramsar,” ungkap Persada, saat ditanya komoditas apa yang cocok untuk apl di zona sekeliling rawa-gambut Taman Nasional Berbak. Pernah di coba pembinaan masyarakat dengan menanam kopra dan hasil hutan bukan kayu lainnya sekitar tahun 2002 – 2005, namun sampai saat ini belum ada tindak lanjut untuk keberlangsungan program tersebut

“Pada tanggal 13 ini akan ada pengumuman tentang amdal sawit di zona apl. Belum ada cerita sawit tidak menimbulkan dampak buruk bagi kawasan. Saya meminta kepala balai untuk tidak terlibat dalam tim amdal PT. Citra Agroniaga,” lanjut Persada.

Selain ancaman sawit, daerah sekeliling Ramsar Berbak seperti (Tahura) Tanaman Hutan Raya, dan HPT (Hutan Produksi Terbatas) juga dalam kondisi kritis, dan tak mungkin menjadi penyangga keberadaan ramsar. (tJong dan Nino)

Last Updated ( Nov 17, 2008 at 02:03 PM )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lihat post lainnya