K.P. SHK

AS Kurangi Hutang Indonesia

Kehati Jadi Pemdamping REDD dari AS?

Penandatanganan kesepakatan pengalihan hutang antara Indonesia-AS akan segera terlaksana hari ini (30/6) seperti banyak dilansir media nasional. Debt of Nature Swap (DNS), bukan hal yang baru. Di masa-masa sebelumnya sudah sering dilakukan. Bahkan untuk kesepakatan kali ini adalah yang ke-15 kalinya bagi hubungan kreditor-debitor Indonesia dan Amerika Serikat.

DNS adalah cara pengurangan hutang bagi negara peminjam dengan mengalihkan 13% (nilai maksimum dari pengalaman pelaksanaan DNS Filipina-AS) dari total pinjaman yang harus dikembalikan kepada pemberi pinjaman untuk kegiatan penyelamatan (konservasi) alam. Di Indonesia, DNS ini sangat erat kaitannya dengan kegiatan reboisasi (penghutananan kembali) lahan-lahan hutan yang kritis atau gundul akibat pengusahaan oleh HPH (hak pengusahaan hutan). Di Masa Menteri Lingkungan Hidup Nabil Makarim (2001), pemerintah harus segera membuat surat keputusan tentang skema DNS ini, karena DNS dapat mengurangi beban APBN.

Salah satu syarat berjalannya kesepakatan DNS Indonesia-AS menurut peraturan perundang-undangan Amerika Serikat yaitu Tropical Forest Conservation Act (TFCA) tahun 1998, dibutuhkan lembaga swadaya masyarakat yang harus menyediakan dana pemdamping sebesar 20 persen dari DNS yang akan disepakati. Kali ini Yayasan Kehati (bersama Conservation International) menjadi penyedia dana tersebut sebesar 2 juta USD.

Sri Mulyani, Menteri Keuangan (Kompas, 2007) menyebutkan DNS sebesar 19,6 juta USD sangat kecil dibanding total nilai hutang Indonesia kepada Amerika yaitu 2,80 milliar USD. Menurutnya negara kaya seperti Amerika masih mempertimbangkan resiko atas pengurangan hutang tersebut.

Pengurangan hutang bilateral Indonesia-Amerika Serikat melalui skema DNS-TFCA tersebut merupakan langkah pengurangan laju deforestasi dan degradasi hutan Indonesia (Reducing Emission from Deforestation and Degradation), walau secara tidak gamblang menyiratkan Amerika Serikat yang hingga kini belum meratifikasi Protokol Kyoto 1997, akan segera melakukan pengalihan pengeluaran emisi karbon melalui Debt of Nature Swap (?). (tJong)

Leave a Reply

Lihat post lainnya