K.P. SHK

April 2010

Bengkel Mebel Rotan

Tepat di perempatan Imogiri-Bantul di Jalur Lintas Luar Selatan Yogyakarta atau yang lebih dikenal dengan

Hutan-Gambut Rendah Karbon

Kawasan hutan-gambut saat ini tinggal 137,3 juta ha atau setara dengan 70% luas daratan Indonesia. Kementerian Kehutanan mengakui 50% kawasan hutan-gambut sudah rusak dan tidak berhutan (bila hutan didefinisikan sebagai tegakan dari tumbuhan). Kawasan hutan yang berupa rawa gambut di seluruh Indonesia diperkirakan masih seluas 38 juta ha (terluas di Sumatera, Kalimantan dan Papua).

Cekak Modal Pesonakan Rotan

Produk kerajinan rotan sangat erat dengan hubungan dagang antarnegara. Semisal tas rotan, salah satu produk akhir dari rotan ini kini sudah memasok permintaan tas di beberapa daerah luar Indonesia. Di tangan para usahawan kerajinan tas, rotan menjadi barang jadi ekspor.

Duri-Duri Rotan

Pungli dan perijinan di usaha rotan sangat mendominan. Hal ini salah satu yang menjadi duri

Main Kayu Juga Rotan

Sektor kerajinan rotan masih kurang perhatian para pihak, termasuk Pemerintah. Padahal permintaan internasional di sektor

Anomali Kebijakan Rotan

“Kebijakan ekpsor rotan harus memperluas jenis rotan olahan, ekspor boleh dilakukan di semua wilayah khususnya Jawa, perlu penghapusan wajib pasok sebagai syarat ekspor, dan ada jaminan kepastian investasi.”

Berebut Gambut Pekatkan Racun

Trend pembangunan berkelanjutan ke arah restorasi sumberdaya alam dan lingkungan. Kemudian semua orang membicarakan dan