K.P. SHK

Si Cantik Rotan Indonesia

 

Dalam sebuah penerbangan ke luar kota, 2 jam setelah check-in di Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng Jakarta (CGK) kali ini menjadi sebuah kenikmatan. Sambil meneguk kehangatan kopi di salah satu Airport Lounge yang menjadi tempat untuk menghabiskan waktu tunggu.

Semangat pagi! Ngopi yuk….

Menyeruput kopi sambil membaca judul beberapa majalah yang ada di atas meja. Mata terpana pada yang cantik “Ada foto tas rotan cantik!”.

Foto dalam majalah PKBL terbitan BUMN (Badan Usaha Milik Negara), Majalah Bisnis Global – Dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL BUMN, Mei 2013). Seperempat halaman majalah ini menjadi sangat menarik,  karena kita hapal betul dengan foto, pengrajin, dan nama tokoh di dalamnya. “ANGGUN ROTAN” ya! dan pemiliknya “PANUT MULYAWIYATA” betul!

KpSHK dalam beberapa acara pameran seperti green festival dan pameran besar lainnya di Jakarta, beliau kami usulkan menjadi peserta pameran Rattan Craft, dan kami mengundangnya dalam  diskusi-diskusi dan workshop KpSHK.

KpSHK sempat berkunjung ke Anggun Rotan, produsen kerajinan tas berbahan baku rotan di Jalan Imogiri Timur-Bantul Yogyakarta ini adalah produsen tas rotan kelas dunia.

Siapa sangka si cantik ini sudah melanglang buana ke luar negeri, seperti Jepang, Brazil, Spanyol, dan Perancis.

Anggun Rotan & KpSHK tidak sebatas pameran di Green Festival, dan lain-lain, KpSHK menggelar workshop Rattanation Juli 2010 di Hotel Bidakara Jakarta mengajak Anggun Rotan dan perwakilan petani, pemungut, pedagang, pengrajin, pengusaha, LSM dan beberapa pemerintah daerah dari tiga wilayah besar penghasil dan pengguna bahan baku rotan yaitu Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, dan Yogyakarta.

Salah satu kesepakatan dan harapan yang dibangun secara bersama dalam tema “RATTANATION” tersebut kita menyerukan kepada semua pihak terutama pemerintah pusat untuk tetap menjadikan rotan sebagai produk ekspor unggulan Indonesia, dengan jaminan pengusahaan rotan adalah pengusahaan komoditi yang mencegah kerusakan hutan dan deforestasi.

Menurut Moh.Djauhari (Koordinator KpSHK) “Selama ini bantuan pemerintah hanya sebatas mengikutsertakan perusahaan kerajinan dalam acara-acara pameran. Padahal peluang-peluang peningkatan sektor kerajinan rotan untuk pemenuhan kebutuhan ekspor sangat bergantung kepada semua pihak. Pemerintah sebagai pembuat regulasi seharusnya sedari dulu sadar sektor rotan ini menjadi pesona internasional”, jelasnya.

Anggun Rotan, dan beberapa perusahaan kerajinan kecil-menengah di Yogyakarta justru banyak mendapat bantuan pemasaran dan permodalan dari BUMN atau LSM di Indonesia.

Mari terus  kita kampanyekan “Si Cantik Rotan dari Indonesia”.

Buka ekspor rotan sekarang juga. Stop Rotan Plastik!

 (Inal)

 

Rotan KpSHK
Si Cantik Rotan dari Indonesia

 

Rattanation
Si Cantik Rotan Indonesia

 

Rotan KpSHK
Si Cantik Rotan Indonesia

 

Rattanation
Si Cantik Rotan dari Indonesia

 

Rotan KpSHK
Si Cantik Rotan dari Indonesia

 

 

Rattanation
Si Cantik Rotan dari Indonesia

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Lihat post lainnya