K.P. SHK

Sepak Sawut: Sepak Bola Api Kalimantan Tengah

Sepak sawut adalah permainan tradisional yang sangat disukai oleh orang tua dan anak muda, terutama orang Kalimantan. Sepak sawut adalah permainan yang mirip dengan sepak bola. Namun, bola yang digunakan untuk bermain berbeda dengan bola sepak bola.

Sepak Sawut, permainan tradisional suku Dayak, memiliki karakteristik yang serupa dengan sepak bola. Mereka hanya berbeda karena bola yang digunakan adalah bola yang berapi. Bola berasal dari bongkahan buah kelapa yang sudah tua yang telah dikupas dan menyisakan kulit serabutnya. Selanjutnya, kelapa diolesi dengan minyak tanah dan dibakar.

Sepak sawut sangat disukai oleh orang-orang di Kalteng, baik anak-anak maupun orang tua.

Dalam permainan Sepak Sawut, masing-masing tim memiliki lima pemain. Sementara luas lapangan yang digunakan sama dengan lapangan futsal.

Menurut Iin Hendrayati Idris, Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga Kota Palangka Raya, salah satu ritual suku Dayak adalah memainkan sepak sawut saat seseorang meninggal.

Masyarakat memainkan permainan ini saat menunggu jenazah orang yang meninggal. Dia mengatakan bahwa tujuan dari hal ini adalah untuk mengusir roh-roh jahat. Bola api dibakar untuk menakut-nakuti iblis dan menghibur keluarga.

Meskipun permainan sepak sawut masih sangat disukai oleh suku Dayak, sekarang hampir tidak ada lagi. Bahkan saat ada acara seperti festival budaya atau perlombaan, permainan ini dapat dimainkan.

Oleh karena itu, permainan yang unik dan menarik ini, yang merupakan salah satu kearifan lokal, harus dilestarikan agar tidak hilang seiring dengan perkembangan zaman modernisasi saat ini. (Sumber: https://www.infopublik.id/kategori/nusantara/743676/sepak-sawut-kearifan-lokal-yang-harus-dilestarikan)

Cara Permainan

Bolanya dapat dibuat dari potongan sabuk kelapa tua yang telah kering, terlebih dahulu mengeluarkan airnya, dan kemudian direndam dengan minyak tanah. Tujuannya adalah agar minyak dapat meresap ke dalam serat bola kelapa. Permainan ini lebih seru dimainkan pada malam hari. Ini memiliki keindahan tersendiri karena cahaya sebagian besar berasal dari bola api yang dimainkan dan hanya sedikit lampu yang digunakan. Peraturannya hampir sama dengan aturan sepak bola biasa, yang melibatkan dua gawang—satu untuk kita dan satu lagi untuk musuh.

Satu tim memiliki lima pemain. Luas lapangan yang digunakan hampir sama dengan lapangan bola basket. Pertandingan diawasi oleh wasit. Pemenang kompetisi adalah tim yang paling sering memasukkan bola ke gawang lawan. Jumlah pemain dalam satu tim adalah lima orang, dan arenanya seluas lapangan bola basket. (Sumber: https://budaya-indonesia.org/Sepak-sawut)

Penulis: Yudha

Editor: Alma

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lihat post lainnya