K.P. SHK

Semangat Luar Biasa Ketua LPHD Mantaren 1

Kahayan Hilir, 28 Oktober 2022, Pirit Sinar (62) yang biasa dipanggil ‘Pak Pirit’ adalah ketua Lembaga Desa Pengelola Hutan (LPHD) Desa Mantaren 1, Kecamatan Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau Kalimantan Tengah. Di usia yang tidak muda lagi, Pirit memiliki semangat yang luar biasa. Hal itu terlihat ketika dia secara langsung memberikan contoh kepada para anggota tim patroli hutan dalam menjalankan tugasnya. “Saya terjun langsung dalam kegiatan patroli hutan, bahkan saya ikut menginap juga di hutan bersama tim patroli. Saya tidak merasa puas jika saya tidak ikut langsung”, tutur Pirit dengan senyum diraut wajahnya.

Tim Patroli Hutan Desa Mantaren 1 sedang istirahat makan siang saat melakukan patroli (Doc. KPSHK, Oktober 2022)

Mantan Kepala Desa dua periode ini mengungkapkan bahwa ‘Proyek pengelolaan terpadu hutan dan lahan gambut’ ini sangat membantu LPHD sebagai pengelola hutan desa. Selain hutan bisa terjaga dan lestari, proyek ini juga memberikan lapangan pekerjaan kepada pengurus LPHD. Sebelumnya LPHD tidak mempunyai kegiatan yang rutin, namun sekarang adanya proyek ini LPHD memiliki kegiatan/pekerjaan dalam menjaga hutan.

“Kami harus betul-betul menjaga hutan kami, agar hutan kami lestari, saya sudah tua semuanya untuk anak cucu kami”, ungkap Pirit dengan nada optimistik. Pirit menuturkan bahwa hutan merupakan sumber kehidupan yang sangat penting bagi masyarakat desa khususnya Desa Manteren I. Masyarakat desa secara turun temurun memanfaatkan hutan sebagai sumber bahan obat tradisional dan kebutuhan kayu. Hutan menyediakan berbagai bahan obat tradisional, seperti akar bajakah (Spatholobus littoralis) untuk mempercepat penyembuhan luka, akar kuning (Fibraurea sp.) untuk obat penyakit kuning, kayu pantong/ pulai (Alstonia scholaris), dan lain-lain.

Tim Patroli Hutan Desa Mantaren 1 (Doc. KPSHK, Oktober 2022)

Bapak dari 3 orang anak ini juga menyampaikan bahwa kebakaran hutan telah menghancurkan sumber daya alam yang menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat desa. Selain itu, kebakaran hutan juga telah memporakporandakan habitat orangutan (Pongo pygmaeus) yang merupakan salah satu dari 44 satwa endemik Indonesia yang sangat penting dan iconic sebagai satwa khas Pulau Kalimantan. Selain Orangutan, terdapat jenis burung khas yaitu burung enggang/rangkong (Bucerotidae sp.) yang menjadi filosofi kehidupan Suku Dayak. Masih banyak satwa lainnya khususnya mamalia yang bisa ditemukan di wilayah Kalimantan Tengah seperti Bekantan (Hylobates Agilis), Beruk (Macaca Namestrina), Kelasi (Presbytis Rubicunda), Beruang madu (Helarctos Malayanus), Macan dahan (Neofelis Nebulosa), Kucing hutan (Felis Bengalensis), Kucing batu (Felis Marmorata), Kucing kepala pipih (Felis Planiceps), Binturong (Arctitis binturong), Musang pohon (Arctogalidia Triirgata), Bajing (Exilisciurus Axilis) dan Tupai (Tupaia Picta).

Jenis reptilia yang telah teridentifikasi antara lain Sanca (Phyton Reticulatus), Ular air (Homalopsis Buccata), Ular pipa berekor merah (Cylindropsis Rufus), Kobra (Naja Sumatrana), Ular hijau (Ahaetulla Srasina), Biawak (Varanus Salvator), Kura-kura kotak (Cuora Amboinensis) dan Kura-kura berduri (Heosemys Spinosa).

Pirit sebagai Ketua LPHD Desa Mantaren 1 yang dipilih oleh masyarakat merasa bersyukur menjadi bagian dari pelaksanaan proyek “Pengelolaan Terpadu Ekosistem Hutan dan Lahan Gambut”, yang salah satu kegiatan utamanya adalah memelihara keanekaragaman hayati di kawasan hutan desa melalui kegiatan perlindungan hutan. Adanya dukungan dari proyek ini, masyarakat khususnya yang tergabung dalam Tim Patroli hutan bisa menjaga hutan melalui kegiatan patroli yang sudah dilakukan secara rutin dan regular sepanjang tahun.

Patroli hutan merupakan kegiatan memantau dan mengidentifikasi berbagai aktivitas illegal seperti perburuan liar, pembalakan liar, yang mengakibatkan degradasi hutan termasuk memantau biodiversitas di Kawasan hutan desa.  “Menjaga kelestarian hutan untuk generasi yang akan datang itu sangat penting”, tutur Pirit dengan ekspresi yang antusias dan optimistik.

Pirit Sinar berharap bahwa kegiatan proyek ini akan terus berjalan sehingga hutan lestari dan dapat diwariskan kepada generasi seanjutnya. Hutan sebagai sumber kehidupan yang penting bagi masyarakat desa. “Hutan kami harus dijaga supaya lestari”, pungkas Pirit menutup perbincangannya dengan tim KPSHK.

 

#KPSHK-Asyikin

Leave a Reply

Lihat post lainnya