K.P. SHK

Ragam Tumbuhan Obat di Empat Hutan Desa (HD) di Kecamatan Kahayan Hilir

Potensi sumber daya kehutanan terutama di kawasan hutan desa (HD) di 4 hutan desa di Kecamatan Kahayan Hilir secara umum terdiri atas hasil hutan berupa kayu dan hasil hutan bukan kayu (HHBK). Jenis kayu hasil hutan antara lain kayu galam, meranti, kapurnaga, ramin, terantang, punak, dan jinjit. Sedangkan jenis sumber daya hasil hutan bukan kayu adalah rotan, getah pantung (jelutung), damar, getah nyatu, getah ketiau, dan kulit gemor.

Selain itu, hutan desa memiliki potensi tumbuhan tanaman obat (medical plants) yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan obat-obat herbal. Beberapa tumbuhan obat bisa ditemukan di kawasan hutan desa terutama di kawasan HTR. Secara umum tumbuhan yang sering dimanfaatkan oleh masyarakat, antara lain akar bajakah (Spatholobus littoralis), akar kuning (Arcangelisia flava (L) Merr.), karamunting (Melastoma candidum L), galam (Melaleuca leucadendron), kantong semar (tropical pitcher plant/ Nepenthes xtrichocarpa dan Nepenthes xneglecta), dan halalang (Imperata cylindrical), dan lain-lain. Sedangkan jenis tanaman obat yang sering ditanam/dibudidayakan oleh masyarakat, antara lain sakakak atau sawangkak, bawang hantu, kunyit putih, dan tawar ut atau tawar pari. Bawang hantu merupakan tanaman khas Kalimantan Tengah. Warna umbinya merah dengan daun hijau berbentuk pita dan bunganya berwarna putih.

Berikut adalah beberapa manfaat dari tumbuhan obat yang terdapat di hutan desa Kecamatan Kahayan Hilir, antara lain akar bajakah (Spatholobus Littoralis Hassk), secara tradisional banyak digunakan oleh suku Dayak sebagai obat tradisional melawan kanker. Bajakah sering digunakan oleh masyarakat pedalaman Kalimantan Tengah, karena zat yang terkandung di dalamnya. Zat tersebut dapat mempercepat produksi kolagen dan pembentukan epitel baru. Sehingga, sering digunakan untuk mempercepat proses penyembuhan luka.[1]

Tumbuhan karamunting/kemuntian/kemunting (Melastoma candidum L), memiliki khasiat, antara lain, buahnya apabila dikonsumsi mempunyai efek hemostatik dalam saluran pencernaan bagian atas, dan melawan metrorrhagia penyebab pendarahan pada wanita. Kandungan buah ini mampu meningkatkan hemoglobin, jumlah sel darah merah, dan juga meningkatkan antianoxic.[2]

Kantong semar (tropical pitcher plant/Nepenthes xtrichocarpa dan Nepenthes xneglecta), LIPI dalam artikelnya menjelaskan bahwa menurut hasil penelitian yang dilakukan di luar negeri, peneliti menemukan sejumlah manfaat enzim dari tanaman kanivora ini. Pada tahun 2011, India telah mencoba enzim di dalam Nephentes sebagai obat penghancur batu ginjal. Kemudian di tahun berikut Perancis telah berhasil menemukan manfaat enzim itu untuk kepentingan industri. [3]

Akar kuning (Arcangelisia flava (L) Merr.), hampir semua bagian tumbuhan ini berkhasiat obat di antaranya; akarnya berguna untuk mengobati bronchitis (radang saluran nafas), diabetes, maag, dan sakit kuning cacingan, darah kotor, disentri, kencing bernanah (rajasinga); bunganya berguna sebagai obat disentri; batang/kayunya berguna untuk mengobati cacar air, panas dalam, sariawan, kayunya berguna sebagai obat afrodisiak antiseptik, bisul, borok, cacingan, iritasi kulit, malaria, memacu enzim pencernaan, mempercepat keluarnya darah putih, menambah nafsu makan, peluruh haid, pembersih luka, penurun panas, radang selaput lendir hidung dan mulut, rematik, sakit kuning; daunnya untuk mengobati kurang darah dan sariawan; buahnya berguna sebagai obat sariawan.[4]

Gelam/galam (Melaleuca leucadendron), kayu gelam yang merupakan satu spesies, yakni subspesies cumingiana dari kayu putih. Berasal dari bahan utama kayu putih, minuman olahan ini juga memiliki manfaat yang sama dalam dunia kesehatan. Dimulai dari mengatasi masuk angin, gangguan pernapasan, batuk, flu, dan sebagai penghangat tubuh di kala kondisi sedang tidak fit.[5]

Halalang (Imperata cylindrical), Tanaman ini digunakan oleh suku Dayak untuk mengobati pendarahan dan sakit gigi. Bagian tanaman yang digunakan adalah akar karena kandungan asam kersik dan logam alkali di dalamnya. Hasil penelitian di Jepang juga menunjukkan bahwa tumbuhan tersebut bisa digunakan sebagai obat karena kandungannya yang kaya dan dapat menjaga kesehatan tubuh.

Beragam tumbuhan obat yang tumbuh di kawasan hutan desa merupakan sumber daya hutan yang telah dimanfaatkan oleh masyarakat secara turun temurun. Masyarakat di sekitar kawasan hutan telah menggantungkan hidupnya pada sumber daya hutan baik dalam bentuk hasil hutan berupa kayu maupun hasil hutan bukan kayu (HHBK). Untuk itu, semua pihak diharapkan bisa melestarikan dan menjaga hutan dari berbagai ancaman yang bisa mendegradasi hutan, seperti karhutla terutama di kawasan ekosistem hutan gambut yang kerap terjadi khususnya di Provinsi Kalimantan Tengah – Indonesia.

Penulis: Asyikin  

Editor: Yudha/Alma


[1] https://www.orami.co.id/magazine/akar-bajakah

[2] https://gardening.id/karamunting-tanaman-obat/

[3] http://lipi.go.id/berita/single/LIPI-Teliti-Manfaat-Kantong-Semar/9664

[4] https://krcibodas.brin.go.id/arcangelisia-flava-l-merr-si-akar-kuning-yang-berkhasiat/ 

[5] https://www.babelinsight.id/content/read/301/teh-gelam-transformasi-kayu-putih-yang-terkenal-di-dunia-kesehatan/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lihat post lainnya