K.P. SHK

Pentingnya Kesiapsiagaan Keselamatan TPK dalam Penanganan Karhutla

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) merupakan ancaman serius, terutama di lahan gambut yang memiliki karakteristik khusus. Lahan gambut sangat rentan terhadap kebakaran yang dapat menyebar dengan cepat dan sulit dipadamkan. Oleh karena itu, Tim Patroli Karhutla yang bertugas di lahan gambut harus dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan khusus, termasuk pelatihan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K).

Kebakaran di lahan gambut tidak hanya sulit dipadamkan, tetapi juga menghasilkan asap tebal dan beracun yang berdampak buruk pada kesehatan manusia dan lingkungan. Pada tahun 2015, kebakaran hebat melanda lahan gambut di Kahayan Hilir, Kalimantan Tengah menyebabkan kabut asap tebal yang menyelimuti wilayah tersebut. Selama operasi pemadaman, beberapa anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) dan tim pemadam lainnya mengalami berbagai masalah kesehatan dan cedera, yang menyoroti kebutuhan mendesak akan pelatihan P3K.

Bulan Agustus Tahun 2023, kebakaran dimulai di wilayah Sebangau sehingga tim patroli serta tim gabungan dari para pihak selalu siap siaga memadamkan api agar karhutla tidak meluas. Tim Patroli Karhutla (TPK) berjibaku memadamkan dan mencari sumber air. Kebakaran di lahan gambut menghasilkan asap tebal dan beracun yang berbahaya bagi Kesehatan.

“Saat kebakaran sudah masif di Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau pada Tahun 2023. Salah satu anggota tim yang sedang melakukan pemadaman Karhutla di Desa Buntoi mengalami gejala keracunan asap, termasuk sesak napas, pusing, dan mual dan dilarikan ke Puskesmas” Ujar Jamal, selaku Ketua TPK Buntoi

Dalam situasi seperti itu, penanganan awal sangat penting untuk mencegah kondisi semakin memburuk. Tanpa Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K), anggota tim lain mungkin tidak tahu cara memberikan bantuan yang diperlukan, seperti memberikan oksigen atau memindahkan korban ke area dengan udara bersih.

Tidak hanya itu, anggota tim patroli sering bekerja di lingkungan yang berbahaya dan tidak terduga. Risiko cedera akibat luka bakar, gigitan hewan, atau terjatuh sangat tinggi. Dengan pelatihan P3K, anggota tim dapat memberikan pertolongan pertama secara efektif, yang dapat mengurangi tingkat keparahan cedera dan meningkatkan peluang pemulihan.

Melihat peristiwa yang terjadi diatas, di tengah kebakaran, akses ke fasilitas medis mungkin terbatas atau memerlukan waktu yang lama. Pentingnya keselamatan Tim Patroli Karhutla dalam meminimalisir resiko sehingga pentingnya kesiapsiagaan tim dalam penanganan Karhutla. Kesiapsiagaan ini disimulasikan pada Pelatihan P3K memungkinkan anggota tim untuk memberikan penanganan awal yang cepat dan tepat, sehingga mencegah kondisi semakin memburuk sebelum bantuan medis profesional tiba.

Menurut dr. Nia Nainggolan selaku Fasilitator pelatihan P3K menyampaikan bahwa P3K merupakan pertolongan pertama yang dapat dilakukan penolong terhadap korban sebelum dibawa ke fasilitas Kesehatan yang lebih baik seperti Dokter, Klinik, maupun Rumah sakit.

“Tujuannya mencegah agar cidera yang timbul tidak parah, menenangkan penderita atau korban, menyelematkan jiwa, dan menunjang penyembuhan” Urai dr. Nia

Peta Tingkat potensi kemudahan terjadinya Karhutla periode 28 Juni sampai dengan 4 Jui 2024 dalam kategori Low atau Aman. Akan tetapi, kesiagaan Tim Patroli Karhutla sudah difasilitasi sedari awal untuk menunjang kemampuan Tim Patroli Karhutla dalam menghadapi Karhutla. Pelatihan P3K juga menjadi bagian integral dari persiapan dan pembekalan bagi setiap tim patroli hutan yang bertugas di lahan gambut.

Menghadapi risiko tinggi yang ada di lahan gambut, kesiapan dan kemampuan memberikan pertolongan pertama dapat membuat perbedaan besar antara hidup dan mati. Oleh karena itu, upaya untuk menyediakan pelatihan P3K yang komprehensif dan berkualitas harus menjadi prioritas bagi semua pihak yang terlibat dalam pengelolaan dan perlindungan lahan gambut.

Dalam konteks lahan gambut yang rawan terjadi Karhutla, pelatihan P3K menjadi sebuah keharusan yang tidak bisa diabaikan. Kewaspadaan atau kesiapsiagaan Tim Patroli Karhutla (TPK) menjadi investasi penting dalam keselamatan dan efektivitas tim patroli Karhutla, serta perlindungan ekosistem gambut yang sangat berharga. Dengan keterampilan dan pengetahuan yang diperoleh TPK dari simulasi pelatihan P3K, anggota tim tidak hanya mampu melindungi diri mereka sendiri tetapi juga rekan-rekan mereka.

Penulis: Alma Tiara

Editor: Joko

Leave a Reply

Lihat post lainnya