K.P. SHK

Pelabuhan Rotan Banggai

Tercatat dalam situs-situs tentang pariwisata Nusantara, Luwuk-Banggai adalah salah satu kawasan wisata bahari di bagian Timur Sulawesi Tengah. Bentang alam yang berupa perbukitan bagian ujung Timur Garis Walacea yang berbatas curam dengan pantai yang landai di sepanjang pesisir selatan-utaranya, telah membentuk daerah kabupaten ini berpenduduk petani-kebun (padi, kelapa, kopi dan coklat) dan nelayan (BPS 2008, 7017 KK Banggai bermata pencharian sebagai nelayan).

Garis Walacea sebagai daerah perbukitan yang berupa kawasan lindung (hutan lindung dan suaka margasatwa), tidak mungkin tidak, potensi hasil hutan bukan kayu semisal rotan tidak dapat diabaikan sebagai pendukung perekonomian masyarakat di Banggai. Apalagi adanya beberapa pelabuhan penting sebagai pintu keluarnya hasil bumi Banggai. Banggai memiliki empat pelabuhan hasil bumi di empat kecamatan yaitu Pelabuhan Rotan (sekarang Pelabuhan Luwuk), Pelabuhan Pagimana (pelabuhan penumpang dan hasil bumi), Pelabuhan Batui dan Pelabuhan Bunta.

Walau tidak pernah tersebut di Kabupaten Banggai dalam Angka (BPS), hasil bumi rotan sudah lama menghidupi sebagian besar penduduk Banggai yang tinggal di sekitar hutan Garis Walacea. Nama lama bagi Pelabuhan Luwuk, Pelabuhan Rotan, menandakan Luwuk-Banggai adalah penghasil rotan alam sedari dulu.

“Rotan di Banggai bukan hasil bumi langka, sedari dulu orang Banggai sudah mengusahakan rotan. Bahkan Pelabuhan Luwuk ini dulu disebut Pelabuhan Rotan. Karena rotan dari daerah-daerah tinggi Banggai diakut ke Surabaya lewat Luwuk,” ungkap Irwan, Manager Program, Yayasan Peduli Banggai di kantornya (16/09).

Dari penuturan Irwan, ada 29 kecamatan yang beberapa penduduk desanya sebagai pencari rotan. Dari 29 kecamatan, ada 3 kecamatan yang menjadi sentra rotan di Banggai yaitu Kecamatan Luwuk Timur, Batui dan Bunta. Selain itu ada dua perusahaan pengumpul dan penggorengan rotan terbesar di Banggai. Perusahaan keluarga tersebut adalah perusahaan milik Haji Lawaho dan Joni Nayoan.

“Joni Nayoan menguasai rotan-rotan dari Kecamatan Pagimana hingga Bunta. Sementara Haji Lawaho di Pesisir Selatan Banggai yaitu di Kecamatan Batui,” terang Irwan lebih lanjut.

Sebagai kabupaten yang memiliki pelabuhan-pelabuhan dagang dan angkutan serta alam pesisir yang menarik sebagai kawasan wisata kepulauan, Banggai seharusnya menjadi kabupaten rotan alam. Dari Luwuk-Banggailah rotan alam Sulawesi Tengah terangkut ke luar pulau, selalin melalui Pelabuhan Palu. (tJong)

One thought on “Pelabuhan Rotan Banggai

Leave a Reply

Lihat post lainnya