Petani Sawit Di lahan Gambut

Petani Sawit Di lahan Gambut

Pesisir selatan, 1 april 2010

Wacana pemanasan global dan perubahan iklim, kini disadari oleh petani dipesisir selatan, nagari amping parak salah satu akibat dari pemanfaatan lahan gambut yang tidak teratur oleh manusia, seperti selama ini yang dilakukan oleh kebanyakan petani yang tidak memahami fungsi lahan gambut dan dampak yang ditibukan terhadap pemanfaatan lahan gambut di sumatera.

Sekarang memang dirasakan iklim cuaca yang tidak menentu,gampang hujan dan terjadi abarasi pantai dan mudahnya air laut naik kedaratan seperti diungkapkan oleh petani amping parak, kabupaten pesisir selatan dalam dialok publik “Pengelolaan Rawa Gambut Dalam Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat dan Keberlanjutan Lingkungan” yang diselengarakan oleh Walinagari Amping Parak bekerjasama dengan Walhi Sumbar.

Minimnya informasi bagaimana mengelola rawa gambut, mebuat masyarakat melakukan pembukaan rawa gambut yang mengabaikan dapak terhadap lingkungan hidup, sementara pemanfaatan lahan rawa gambut untuk perkebunan sawit dirasakan oleh masyarakat tidak menambah penghasilan mereka. karena sawit yang ditanam dirawa gambut tidak menghasikan, petani amping parak berniat untuk menganti menjadi lahan pertanian tanaman pagan.

Dialog publik dan FGD yang bertema “Pengelolaan Rawa Gambut Dalam Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat dan Keberlanjutan Lingkungan” petani mensepakati akan menganti tanaman kelapa sawit mereka dengan tanaman pangan, hal ini rencana Walinagari amping parak akan dikomonikasikan dengan petani dan Dinas Pertanian bagaimana membangun sarana irigasi, Walinagari juga berniat membuat aturan setingkat nagari (PERNA NAGARI) untuk mengatur pengelolaan lahan gambut di nagari amping parak, peraturan nagari ini juga rencananya juga mengatur bagaimana melindungi lahan tanaman pagan agar tidak beralih fungsi menjadi perkebunan kelapa sawit.

Sumber: Walhi Sumbar

Kirim komentar anda

Kirim Komentar Anda, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Your email is never shared. Required fields are marked *