Wilayah Adat Kampung Benung secara administratif terteletak di Kecamatan Damai, Kabupaten Kutai Barat dengan luas Wilayah kurang lebih sebesar 4000 ha. Kampung Benung memiliki kekayaan sumberdaya alam yang cukup tinggi dan diyakini mampu untuk mensejahterakan penduduknya jika dikelola secara adil, lestari dan profesional. Seperti halnya kampung-kampung lainnya di Kutai Barat, Kampung Benung sedang berada pada masa transisi dari masyarakat yang semi terisolasi menjadi masyarakat yang terbuka. Dalam kondisi semacam ini potensi perubahan sistem sosial, ekonomi dan budaya sangat tinggi. Potensi perubahan tersebut di satu sisi dapat merupakan peluang dan di sisi lain dapat merupakan ancaman bagi kesejahteraan masyarakat di masa depan.
Dalam sejarahnya Lou Benung telah mengalami lima kali perpindahan. Namun demikian perpindahan tersebut masih dalam radius 500 meter dari Lou Benung yang saat ini masih ada. Lou Benung yang saat ini masih ada dibangun kira-kira pada tahun 1938 sedangkan empat lou yang lalu tidak diketahui kapan persisnya pembangunan dilakukan[1]. Sebagai gambaran, lou yang pertama berumur antara 60 sampai dengan 80 tahun. Dengan demikian Lou Benung pertama kali dibangun sekitar tahun 1600-an atau sekitar 300-an tahun sebelum terbentuknya Republik Indonesia.
Wilayah Benung identik dengan sebutan Wilayah Idaatn. Di mana pada saat ini di dalam Wilayah Idaatn mencakup Kampung Tepulang, Kampung Engkuni Pasek dan Kampung Benung sendiri. Masyarakat Benung merupakan salah satu keturunan Ningkah Olo. Batasan wilayah Ningkah Olo menurut sejarah dituturkan oleh LP Lama[2] yang digambarkan dengan sebuah pantun berbunyi:
Ow ah
Ence Kedok bara kedok
Ence Kedow bara kedow
Sira empet oit tapak biaya
Oit engkong belawatn
Maka eso ola lelotukng
Depa juj la Bumut Batu
Manan ete Apar Kalakng
Ngolakng ete Seliwakng
Jumlah ete Nabah Kingho
Paso ngejuekng Saikng Padang
Ngeluoh Berangayuq negjunjukng Alur Melukng
Tobakng lalo Bilas
Engkolakng lalu Buukng Mantalimo
Olay ewah Batekng Kesau
Pali wakay Belayan
Paten Kayo Belanot palot Saikng Kirou Langit
Pengoreng Tunau Karekng
Mapakng la Apar Kalekng
Artinya:
Batas sebelah timur mulai dari Apar Kalakng yang berada diantara Kampung Dasaq dan Muara Pahu, Kecamatan Muara Pahu. Di sebelah timur laut berada di One Lepok. Di daerah Muara pahu, di sebelah utara berbatasan dengan suku Tunjung di Sungai Nabah Kecamatan Melak. Di Barat Laut berbatasan dengan daerah suku Bahau, kecamatan Long Iram di daerah Gunung Berangayuq, huli Sungai Nyuatan dan menyusuri pematang daerah pegunungan Elur Malukng. Di sebelah Barat berada di daerah Pt Muikng (perbatasan Kalteng) yang berbatasan degan wilayah suku Bekumpay di dusun Ake di hulu Sungai Pari dan berbatasan pula dengan daerah Bung Mendelimo Ewas Batekng Kesau.
Sedangkan Wilayah Idaatn sendiri sebagai ‘pecahan’ dari keturunan Ningkah Olo, mempunyai batas-batas wilayah sebagai berikut: Sebelah utara berbatasan dengan wilayah Kampung Pepas Eheng (Kec.Barong Tongkok), sebelah timur laut berbatasan dengan Kampung Mencimai dan Keay, sebelah timur berbatasan dengan Kampung Jengan Danum, sebelah tenggara berbatasan dengan Kelauq, sebelah selatan berbatasan dengan Muara Tokong, sebelah barat daya berbatasan dengan Kelian sebelah barat berbatasan dengan Dempar dan sebelah barat laut berbatasan dengan Terajuk-Temula.
sumber: Dokumentasi SHK Kaltim
[1] Menurut tulisan yang dibuat oleh T.Stani, Kepala Kampung Benung periode 1991-1999.
[2] Kepala Adat Kampung Benung



























One Comment
Salam hangat untuk Om T Stani, saya mencoba menbaca bahasa Benuaqnya mengingatkan saya kepada kampung hamalan. Well done. Mana Photo Lou Benung nya ??