Cara pemeliharaan kebun rotan yang sudah dikenal oleh petani rotan di Kawasan Kedang Pahu adalah ngerasiq. Ngerasiq merupakan kegiatan membersihkan kebun rotan dari tumbuh-tumbuhan baik tumbuhan bawah seperti semak belukar yang mengganggu pertumbuhan rumpun dan pohon-pohon yang melindungi rumpun dalam mendapatkan sinar matahari serta mengganggu pertumbuhan rumpun. Sedang pohon-pohon yang tidak mengganggu pertumbuhan rumpun dibiarkan hidup sebagai tempat memanjat batang-batang rotan agar menghasilkan batang-batang rotan yang bermutu baik.
Untuk menghasilkan sega yang bermutu baik (mahikng) maka:
- Batang rotan Sega harus naik ke atas pohon kayu;
- Rumpun rotan Sega harus selalu dibersihkan dan terjamin cukup terkena sinar matahari;
Terdapat tiga kondisi yang bisa menggambarkan keadaan kebun rotan sega. Ketiga kondisi tersebut adalah:
- Mawa. Adalah kondisi yang menggambarkan kebun rotan terkena sinar matahari mulai jam sebelas siang sampai dengan jam tiga sore. Hal ini terjadi karena hanya tumbuhan bawah seperti akar dan semak belukar dan pohon-pohon kecil yang dianggap menyaingi pertumbuhan ditebas sedang pohon-pohon besar dibiarkan tumbuh. Kondisi seperti ini cocok untuk pulut merah.
- Cukup mawa. Adalah kondisi yang menggambarkan kebun rotan terkena sinar matahari mulai jam sembilan pagi sampai dengan jam lima sore. Hal ini karena tumbuhan bawah yang dianggap mengganggu perkembangan rumpun ditebas dan pohon-pohon besar yang melindungi rumpun rotan dimatikan dengan cara diteres . Kondisi ini cocok untuk rotan sega.
- Kurang mawa. Adalah kondisi yang menggambarkan kebun rotan terkena sinar matahari mulai jam dua belas sampai dengan jam dua sore. Hal ini terjadi karena tumbuhan bawah dan pohon-pohon yang melindungi rumpun rotan tidak dibersihkan atau hanya dibersihkan seadanya. Kondisi tidak disukai oleh semua jenis rotan.
Pemeliharaan Rotan Sega
Ngerasiq/Penyiangan dan pembersihan rumpun. Kegiatan yang dapat dilakukan dalam tahap ini sbb:
- Di sekeliling anakan rotan yang ditanam sebaiknya disiangi dengan radius 1 (satu) meter dari tanaman.
- Ngerasiq dilakukan sebanyak 1 – 2 kali dalam setahun.
- Rumpun tua dibersihkan dari timbunan serasah, ranting atau cabang pohon. Jika diperlukan pemupukan, disarankan untuk menggunakan pupuk organik berupa kompos atau sisa pembakaran.
Pembebasan dari Naungan
Rotan sega merupakan tumbuhan pemanjat yang suka cahaya. Oleh karenanya, bila rumpun rotan tersebut ternaungi oleh pohon-pohon yang berdaun lebat, maka pertumbuhan dan perkembangan tunas-tunasnya akan terhambat dan lama kelamaan akan mati. Pohon-pohon yang menaungi tersebut sebaiknya ditebang atau diteres, sehingga rumpun rotan mendapat sinar yang cukup. Tidak semua pohon didalam kebun ditebang atau diteres. Pohon-pohon yang dapat dimatikan dalam kebun rotan mempunyai ketentuan-ketentuan sbb:
- Pohon tersebut menaungi rumpun-rumpun rotan secara berat;
- Mempunyai tajuk yang rimbun dan lebat sehingga sinar tidak dapat masuk ke lantai kebun dengan cukup;
- Bukan termasuk jenis yang sangat berharga bagi masyarakat lokal;
- Bukan jenis pohon buah yang produktif;
- Bukan pohon penghasil madu;
- Daun cukup besar dan lebat, sehingga dapat menutupi rumpun atau tanaman muda rotan yang menyebabkan kematian rumpun atau anakan;
- Perambat berkayu (liana) yang menyaingi perkembangan tajuk rotan.
sumber: Rencana Umum Pengelolaan Kebun Rotan - Perkumpulan Petani dan Pengrajin Rotan (P3R)


























