Orang Mancong Hidup dari Pulut Merah

Orang Mancong Hidup dari Pulut Merah

Dari 118 KK atau sekitar 414 jiwa penduduk yang mendiami kampung Mancong, 97% (115 KK) adalah kelompok petani rotan yang membudidayakan rotan jenis pulut merah (Daemonorops crinita) di lahan milik Kampung. Wajar bila dalam sekali panen, masyarakat mancong bisa mendapatkan hasil sebanyak 20 ton rotan basah.

Pulut merah merupakan salah satu tanaman rotan yang umum dibudidayakan oleh masyarakat dayak di Kalimantan Timur, terutama di wilayah Kecamatan Jempang, Kedang Pahu. Dalam jangka waktu 5-10 tahun, kelompok petani rotan sudah bisa memanen pulut merah yang mereka tanam.

Sambil menunggu panen rotan, biasanya masyarakat mancong berladang dan menjadi tukang kayu. Walaupun hasil  panen cukup menjanjikan, namun masyarakat mancong tidak bisa bergantung dari hasil penjualan rotan tersebut, karena masih fluktuatifnya harga rotan di pasaran. Harga rotan pulut merah saat ini masih dibawah Rp. 3500,-/kg dan ini yang mengakibatkan banyak petani rotan di Mancong biasa bekerja sebagai buruh perusahaan yang berada di sekitar kampung mereka. PT Gunung Bayan Pratama Coal (Batubara), PT LONSUM Indonesia dan PT Gelora Mahapala (Sawit).

Bila masyarakat belum Mancong belum memiliki keyakinan terhadap nilai jual rotan hasil budidaya mereka, bukan mustahil lahan rotan milik warga tersebut, kini harus siap tergerus dengan keberadaan tiga perusahaan besar yang berada disekitar kampung.

Kirim komentar anda

Kirim Komentar Anda, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Your email is never shared. Required fields are marked *