K.P. SHK

Hutan Kerinci Jadi KPH Model

Hingga akhir tahun 2014, Kementerian Kehutanan menargetkan penyelesaian 120 KPH (Kesatuan Pengelolaan Hutan) model di beberapa wilayah (Dokumen Rencana Aksi NKB 1(Nota Kesepakatan Bersama) 12 Kementerian dan Lembaga tahun 2013. Salah satu KPH Model yang menjadi target adalah KPH Model di Kabupaten Kerinci, Jambi. Ditengarai sejak wilayah Kabupaten Kerinci ditetapkan, sebagian wilayahnya masih masuk dalam areal hutan dari Taman Nasional Kerinci Seblat sehingga pada tahun 1999 melalui SK Gubernur Jambi (SK No.38 tahun 1999) hutan TNKS yang dilepaskan menjadi hutan produksi yang dapat dikelola oleh Pemerintah Daerah (HP3M-Hutan Produksi Pola Partisipasi Masyarakat).

“Mulai Februari 2014 ini, Dishut Kerinci akan mengimplementasikan KPH Model untuk Hutan Produksi seluas 28.000 ha. Dulu hutan produksi ini pengelolaannya diatur oleh SK Gubernur Jambi. Sampai sekarang belum ada ijin pengelolaan di atas,” kata Neneng, Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat dan Hutan Adat, Kabupaten Kerinci di Sungai Penuh (10/2).

Tidak hanya di Kabupaten Kerinci, Kemenhut juga merencanakan pembangunan KPH Model di kabupaten sekitar TNKS yaitu Muko Muko, Solok, Sijunjung, Merangin, Tanjung Jabung Barat dan Kabupaten Sorolangun. Proyek KPH Model yang akan dilaksanakan secara serentak pada awal tahun ini sebagai langkah mewujudkan rencana pembangunan jangka panjang kehutanan sesuai dengan Peraturan Pemerintah No.3 tahun 2008. Bahkan Kemenhut via humasnya menyebutkan, KPH adalah alat ampuh penyelesaian konflik pengelolaan hutan pasca desentralisasi kehutanan (Dokumen Sosialisasi KPH dan PP No.3 tahun 2008, 2009).

“Bagi Kami dinas di daerah, semua program nasional coba Kami adopsi. Saat ini Kami sudah siap-siap dengan pelaksanaan KPH Model. Seluas 28.000 ha areal hutan produksi yang dulu dicadangkan untuk HP3M karena belum ada ijin, coba Kami telaah untuk dicadangkan dengan skema HKM (Hutan Kemasyarakatan) atau HTR (Hutan Tanaman Rakyat). Saat ini beberapa pengaju ijin HP3M, malah mengkonversi hutan jadi tanaman hortikultura,” jelas Neneng lebih lanjut.

KPH Model yang akan dilaksanakan di hutan produksi seluas 28.000 ha meliputi 12 kecamatan. Pemerintah Kabupaten Kerinci berencana akan memperkuat pelaksanaan KPH Model ini dengan diterbitkannya Perda KPH. “Kami sedang merencanakan pembuatan perda KPH, kemungkinan pada tahun ini juga,” ujar Neneng. (tJong)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lihat post lainnya